Selamat Datang di Website Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Timur
Dialog Interaktif, BKD Kaltim Bahas Peluang ASN 2024 dan Komitmen Transparansi - BKD. Prov.Kaltim

Dialog Interaktif, BKD Kaltim Bahas Peluang ASN 2024 dan Komitmen Transparansi

  Kamis, 22-08-2024   13:43   Renick   3247

Samarinda, 22 Agustus 2024 – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Timur, Deni Sutrisno, menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif "Halo Kaltim" yang disiarkan oleh RRI Samarinda. Dialog yang dipandu oleh Deny Kartikasari ini membahas penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kaltim tahun 2024, dan turut melibatkan dialog interaktif dengan masyarakat pendengar RRI.

Deni Sutrisno menjelaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) terbagi menjadi dua jenis, yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Seleksi CPNS yang telah dibuka sejak 20 Agustus hingga 6 September 2024 merupakan seleksi untuk formasi CPNS. "Formasi di Pemprov Kaltim yang dibuka ada sebanyak 261 formasi CPNS," ujar Deni.

Lebih lanjut, Deni menyampaikan bahwa pada Jumat, 23 Agustus 2024, akan ada sosialisasi kebijakan seleksi PPPK TA.2024 oleh Kementerian PANRB dan BKN. Tahun ini, Pemprov Kaltim membuka 212 formasi CPNS dan 9.195 formasi PPPK, yang merupakan jumlah terbesar yang pernah diterima oleh pemerintah provinsi. "Saya kira ini jumlah terbesar yang pernah kita terima di Pemprov, disamping juga kabupaten/kota sudah ada formasi masing-masing untuk CPNS maupun PPPK," jelasnya.

Terkait dengan informasi yang beredar di media sosial mengenai 9.456 formasi adalah akumulasi jumlah formasi CPNS dan PPPK, Deni menjelaskan bahwa rincian tersebut untuk formasi PPPK terdiri dari 5.291 formasi teknis, 1.255 formasi kesehatan, dan 2.649 formasi guru. Hingga pukul 16.00 WITA pada hari kemarin, situs web BKD Kaltim telah dikunjungi oleh 12.461 pengguna yang memantau pengumuman pendaftaran CPNS. "Jadi informasi itu sudah tersebar luas," kata Deni.

Selama dialog interaktif, masyarakat pendengar RRI juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber. Berbagai pertanyaan dari masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap proses seleksi CPNS dan PPPK tahun ini. 
Deni menegaskan bahwa semua proses seleksi dilakukan secara transparan dan adil, dengan memprioritaskan kompetensi dan kualifikasi. "Semua orang, siapa saja bisa melihat hasil tes, ada masa sanggah, seleksi administrasi," ungkapnya.

BKD Kaltim sebelumnya telah memberikan informasi awal mengenai pengadaan CPNS dan PPPK, bahkan sejak Juli 2024, proses pengadaan sudah dimulai. Namun, karena proses yang harus dilalui, pemerintah baru membuka pendaftaran pada bulan Agustus 2024.
Deni juga menyampaikan kabar menggembirakan bahwa terdapat kebijakan baru yang memberikan kesempatan bagi pegawai PPPK yang sudah bekerja minimal satu tahun untuk mengikuti seleksi CPNS sesuai dengan kualifikasi pendidikan mereka. 

Namun, mereka harus mendapatkan izin dari pejabat berwenang, antara lain Gubernur selaku PPK atau Sekda selaku PyB, dan harus mendapat ijin dari kepala unit tempat mereka bekerja.

                                           

"Jika lulus seleksi, status PPPK mereka akan berubah menjadi CPNS, namun jika tidak lulus, mereka dapat kembali bekerja sebagai PPPK," jelas Deni.

Seluruh proses seleksi dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Peserta yang tidak puas dengan hasil seleksi dapat mengajukan sanggahan, dan jika terbukti ada kesalahan, hasilnya akan diperbaiki.

"Yang bersangkutan ingat benar dengan hasilnya saat tes, kalau memang di pengumuman nanti merasa tidak sesuai, ya silakan bisa menyanggah, dan akan diperbaiki," kata Deni.
BKD Kaltim telah mempersiapkan segala sesuatu dengan matang, termasuk mengadakan simulasi tes CAT BKN yang diikuti oleh 1.400 an peserta. Lokasi pelaksanaan tes untuk Pemprov Kaltim dipusatkan di Lab Station BKD di Jalan Bhayangkara, yang dilengkapi dengan 150 unit komputer. BKN juga telah meninjau seluruh fasilitas pendukung untuk memastikan kesiapan.

"Pelaksanaan berlangsung sesuai jadwal, waktu dengan kapasitas yang ada tergantung dengan jumlah peserta nanti yang melamar," ujar Deni.
Sebagai penutup, Deni Sutrisno mengingatkan peserta agar percaya pada diri sendiri dan tidak tergoda dengan pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. "Tes ini tidak ada dikenakan biaya apapun, yang terpenting siapkan diri, fisik, dan mental untuk mengikuti seleksi," pesan Deni.Nick

 

Berita Provinsi